Jurnal Konsepsi https://www.p3i.my.id/index.php/konsepsi <hr /> <p align="left"><strong><img style="float: left; height: 250px; margin-left: 2px;" src="https://p3i.my.id/public/site/images/admin/cp-newcov1.png" /></strong></p> <p align="left"><strong>JURNAL KONSEPSI (ISSN 2301-4059) </strong>adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel dan esai dengan fokus dan cakupan pada bidang Pendidikan dan Sosial Humaniora<strong>.</strong></p> <table class="data" bgcolor="#EAECEE"> <tbody> <tr valign="top"> <td style="width: 20%;">Journal title</td> <td>:</td> <td><strong>JURNAL KONSEPSI</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td style="width: 20%;">Frequency</td> <td>:</td> <td><strong>3 bulanan (quarterly)</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td style="width: 20%;">DOI</td> <td>:</td> <td> </td> </tr> <tr valign="top"> <td style="width: 20%;">Online ISSN</td> <td>:</td> <td><strong><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2798-5121" target="_blank" rel="noopener">2798-5121</a></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td style="width: 20%;">Editor-in-chief</td> <td>:</td> <td><strong><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=c7isoBsAAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener">Nurul Aswar</a></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td style="width: 20%;">Publisher</td> <td>:</td> <td><em><strong>P3I Luwu Raya</strong></em></td> </tr> <tr valign="top"> <td style="width: 20%;">Citation Analysis</td> <td>:</td> <td><strong>Scopus | </strong><strong>Sinta</strong><strong> | </strong><a href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&amp;user=y4Ah-asAAAAJ" target="_blank" rel="noopener"><strong>Google Scholar</strong></a></td> </tr> </tbody> </table> <p style="text-align: center;"><a href="https://p3i.my.id/index.php/konsepsi/submission/wizard"><span style="background-color: #490f0f; color: #fff; display: inline-block; padding: 3px 10px; font-weight: bold; border-radius: 5px;"><strong>Kirim Naskah</strong></span></a></p> <hr /> en-US <h2>Pernyataan Lisensi <a href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0" target="_blank" rel="noopener">CC BY 4.0</a></h2> <h3>Anda diperbolehkan:</h3> <ul> <li class="show"><strong>Berbagi</strong> — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;</li> <li class="show"><strong>Adaptasi</strong> — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.</li> </ul> <h3>Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.</h3> <ul> <li class="show"><strong>Atribusi</strong> — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.</li> <li class="show"><strong>Tidak ada pembatasan tambahan</strong> — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.</li> </ul> jurnalkonsepsi@gmail.com (Nurul Aswar) erwatul@iainpalopo.ac.id (Erwatul Efendi) Tue, 19 May 2026 01:15:25 +0000 OJS 3.3.0.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Sosiologi Ngaji Bandongan di Pesantren Kontemporer: Otoritas Kiai dan Transmisi Ilmu https://www.p3i.my.id/index.php/konsepsi/article/view/488 <p>Penelitian ini menganalisis persistensi tradisi ngaji bandongan di Pondok Pesantren Miftahussalam Banyumas yang terintegrasi dengan sistem kelas formal. Penelitian bertujuan menjelaskan bagaimana metode bandongan dipertahankan untuk menjaga otoritas keilmuan ustaz dan proses transmisi ilmu di tengah modernisasi pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi tradisi keilmuan melalui observasi semi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bandongan dimaknai sebagai strategi belajar yang membantu santri memahami kitab Ta’lim al-Muta’allim fi Thariq al-Ta’allum melalui praktik makna gandul dan pengulangan materi. Meskipun terdapat kendala seperti rasa kantuk dan perbedaan kemampuan memahami kosakata Arab, penjelasan ustaz dan pengawasan pesantren mendukung kedisiplinan santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi bandongan tetap relevan dalam menjaga transmisi ilmu, literasi teks Arab, dan pembentukan karakter santri di pesantren kontemporer.</p> Yola Dwi Ariani, Muh Hanif Copyright (c) 2026 yola_dwi28 ariani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://www.p3i.my.id/index.php/konsepsi/article/view/488 Wed, 20 May 2026 00:00:00 +0000