Nilai-Nilai Moral Tradisional Masyarakat Lio Selatan dalam Ragam Budaya Tenun Ikat

(Studi Kasus pada Masyarakat Mbuli Kabupaten Ende)

Authors

  • Vinsensius Wangge Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas San Pedro, Indonesia

Keywords:

Nilai-nilai Moral tradisional, Ragam Tenun Ikat, Masyarakat Mbuli

Abstract

Ragam tenun ikat yang ada di daerah Mbuli wilayah Lio selatan mempunyai arti atau makna baik secara religius maupun secara alamiah. Makna tersebut memiliki nilai-nilai Moral tradisional kehidupan masyarakat Mbuli yang tidak terpisahkan satu sama lain karena memiliki makna religius. Masyarakat Mbuli merupakan bagian dari masyarakat Lio yang sangat berpegang teguh pada kepercayaan kepada ‘Du’a gheta lulu wula, Ngga’e ghale wena tana ’yang merupakan Wujud Tertinggi. Masyarakat Mbuli yang menyatu dalam satu rumpun budaya Lio mengenali Yang Ilahi sehingga sampai pada pemahaman mereka akan adanya Wujud Tertinggi dengan sebutan ‘Du’a gheta lulu wula, Ngga’e ghale wena tana’. Ungkapan ini sungguh mendarah daging dalam diri setiap masyarakat Mbuli, yang diakui sebagai “yang kudus, suci dan sakral”. Ciri kebudayaan tersebut tergambar dan terekspresi melalui berbagai motif atau ragam tenun ikat. Makna religius bagi kehidupan masyarakat Mbuli dituangkan dalam bentuk motif yang beraneka ragam dalam “lawo” (sarung perempuan) dan “Luka/semba” (selempang) sebagai tenunan yang dibuat oleh gadis-gadis dan kaum ibu dalam masyarakat Mbuli. Hal ini menggambarkan bahwa masyarakat menyadari akan kebesaran Kasih Sang Ilahi, tanpa Yang Ilahi mereka tidak berdaya. Allah hadir, memelihara dan mengasihi serta selalu memberi berkat bagi hidup mereka.

References

Bekker, J.W.M, 1984, Filsafat Kebudayaan Sebuah Pengantar, Yogyakarta: Kanisius

Daeng, J, Hans, 2008, Manusia Kebudayaan dan Lingkungan, Tinjauan Antropologis, Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Timur, 2007, Adat Istiadat Nusa Tenggara Timur, Kupang: Depdikbud NTT

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Timur, 2008, Arti Perlambangan dan Tata Rias Pengantin Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Budaya Daerah Nusa Tenggara Timur: Kupang: Depdikbud NTT

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Timur, 2007, Kajian Tenun Ikat dan Ragam Hias Dawan di Kabupaten Kupang, Kupang: Depdikbud NTT

Gahara, Goest, 2013, ‘Eksistensi Allah Menurut Masyarakat Mbuli’ dalam http://viseroychoermans.blogspot.com/2011/11/budaya-Mbuli.html, diakses tanggal 18 Juni 2021

Koentjaraninggrat, 2002, Pengantar Antropologi, Pokok-pokok Etnografi II, Jakarta: Rineka Cipta

Kartiwa, Saraswati, 1987, Tenun Ikat Indonesia, Jakarta: Pustaka Utama

Muhni, Imam, Djurudenta, 1999, Moral tradisional Reliqi, Yogyakarta: Kanisius

Moleong, Lexy, J., 2013, Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi, Bandung: Rosdakarya Prent, K, 1993, Kamus Latin-Indoensia, Yogyakarta: Kanisius

Downloads

Date published articles:

2021-08-08

Cite on this Journal:

Wangge, V. (2021). Nilai-Nilai Moral Tradisional Masyarakat Lio Selatan dalam Ragam Budaya Tenun Ikat : (Studi Kasus pada Masyarakat Mbuli Kabupaten Ende). Jurnal Konsepsi, 10(2), 145–154. Retrieved from http://www.p3i.my.id/index.php/konsepsi/article/view/69