Implementasi Metode Outdoor Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Kelas VIII SMPN 13 Palopo
Keywords:
Outdoor Learning, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Pemahaman Peserta Didik, Penelitian Tindakan KelasAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti melalui penerapan metode outdoor learning di kelas VIII SMP Negeri 13 Palopo. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi dengan melibatkan 15 peserta didik sebagai subjek. Data diperoleh melalui observasi, tes (pre-test dan post-test), serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan uji N-Gain untuk menilai peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode outdoor learning mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan kontekstual. Aktivitas peserta didik meningkat dari 71,67% pada siklus I menjadi 97% pada siklus II, sementara hasil belajar meningkat dari rata-rata nilai pre-test 63 menjadi post-test 94,27 dengan nilai N-Gain 0,89 (kategori tinggi). Pembelajaran di luar kelas terbukti efektif dalam mengintegrasikan pengalaman langsung dengan nilai-nilai ajaran Islam sehingga memperkuat kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan aplikatif peserta didik terhadap materi pelestarian alam. Dengan demikian, metode outdoor learning berpengaruh positif terhadap peningkatan pemahaman peserta didik dan relevan untuk diterapkan dalam konteks pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka.
References
Afriansa, M., & Ilham, D. (2025). Implementasi Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Refleksi, 14(1), 1–12.
Arikunto, S. (2015). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
Hake, R. R. (1999). Analyzing Change/Gain Scores. American Educational Research Association.
Ilham, D. (2019). Menggagas pendidikan nilai dalam sistem pendidikan nasional. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 8(3), 109–122.
Ilham, D. (2020). Persoalan-Persoalan Pendidikan dalam Kajian Filsafat Pendidikan Islam. Didaktika: Jurnal Kependidikan. https://www.academia.edu/download/63681626/22-Article_Text-39-1-10-20200609_220200619-62590-14nratk.pdf
Ilham, D., Pirol, A., Efendi, E., & Kasman, M. F. (2024). PENDIDIKAN ISLAM INDONESIA Konstruksi Kritis Masyarakat Multikultural dalam Era Globalisasi. Cipta Media Nusantara. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=Ek4KEQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR1&dq=info:sQs_Oz9l_XcJ:scholar.google.com&ots=KYpflRnzRZ&sig=YITE98Jh4v-dK3IYeRW0aVJ3We8
Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The Action Research Planner. Deakin University Press.
Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Prentice-Hall.
Piaget, J. (1970). The Science of Education and the Psychology of the Child. Viking Press.
Suyadi. (2019). Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Deepublish.
Tafsir, A. (2018). Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Remaja Rosdakarya.
Undang-Undang Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Vera, A. (2021). Outdoor Learning: Teori dan Praktik Pembelajaran di Luar Kelas. Rajawali Pers.